Workshop Penerapan Deep Learning: Mengajar dan Mendidik dengan Hati

MAMNUSIKelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 02 Gresik sukses menggelar Workshop Pemahaman dan Penerapan Deep Learning dengan mengusung tema “Mengajar dan Mendidik dengan Hati: Menebar Ilmu dengan Penuh Cinta”. Acara yang dilaksanakan di Hall Htel Whiz Prime Malang ini dihadiri oleh para kepala madrasah dan operator dari seluruh MA di bawah naungan KKMA 02 Gresik.

Ketua KKMA 02 Gresik sekaligus panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemahaman mendalam terhadap penerapan kurikulum deep learning dalam proses pendidikan di madrasah. Tak hanya itu, beliau juga mengajak seluruh kepala madrasah dan operator untuk memahami secara utuh konsep serta implementasi pembelajaran yang lebih menyentuh hati dan kebutuhan siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para operator madrasah yang selama ini telah mengawal data dengan baik. Perlu diingat, operator juga merupakan bagian dari KPA atau Kuasa Pengguna Aplikasi yang memiliki peran penting dalam pembangunan mutu madrasah,” ujarnya.

KKM MAN 2 Gresik dinilai sebagai kelompok kerja yang solid dan terus memberikan kontribusi nyata untuk peningkatan kualitas pendidikan di bawah Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Hal ini terlihat dari semangat kolaborasi antarmadrasah serta keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan peningkatan mutu pendidikan.

Dalam sambutannya, Kasubag TU Kemenag Gresik turut menyapa para peserta workshop. Ia berharap acara ini memberikan manfaat besar bagi peningkatan mutu pembelajaran di madrasah. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan siswa-siswa MA dalam ajang PORSENI beberapa waktu lalu.

“Para atlet yang berprestasi sudah kami sampaikan ke KONI kabupaten agar mendapatkan pembinaan lebih lanjut dan mampu melanjutkan prestasinya ke tingkat yang lebih tinggi,” terang beliau.

Sementara itu dalam kesempatan lain, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Gresik, Bapak Sugiyo, M.Pd., memberikan pandangan mendalam tentang pentingnya peran guru dan operator dalam era pembelajaran berbasis cinta. “Operator itu sangat penting. Dan sebagai pendidik, kita harus selalu siap untuk meng-upgrade diri. Pendidikan berbasis cinta harus kita tanamkan karena murid dan guru itu ibarat anak dan orang tua,” tegas beliau.

Dalam paparannya, Kabid juga menekankan bahwa pendidikan tidak boleh terjebak pada formalitas nilai semata. Nilai yang hakiki adalah nilai yang mencerminkan perkembangan positif siswa dalam kehidupan nyata. “Pendidikan harus berpihak pada anak. Arah pendidikan bukan hanya pada administrasi atau pembelajaran satu arah, tapi pada perkembangan pribadi siswa itu sendiri. Jangan sampai siswa justru mengalami kekerasan psikis hanya karena tekanan nilai,” tambahnya.

Beliau juga mendorong agar setiap madrasah memiliki standar program yang jelas sejak awal siswa masuk sekolah. Program tersebut harus menyesuaikan dengan kemampuan siswa, agar proses belajar benar-benar bermakna dan berguna saat siswa lulus nanti.

Customer pendidikan kita adalah siswa dan orang tua. Maka, harapan mereka harus dijawab oleh madrasah melalui program-program yang realistis dan bermanfaat,” pungkasnya. (Tim Humas Mamnusi)